Gimana Bro,.. judul diatas bikin penasaran kagak?.. kira-kira kalo judulnya kayak gitu, berarti bela siapa ya.. atau menyudutkan siapa.. hehehe.. Okay gue mau sedikit memuntahkan apa yang gue dapet dari hasil penerawangan di Kawah Gunung Runcing.
Pertama
Kita pastinya gembira ria, karena disaat Kejaksaan menyetop penyelidikan BLBI, beberapa hari kemudian terjadi penangkapan Jaksa Urip dan disusul neng Ayin. Dan Benar,.. Tim KPK pastinya sangat gerah dengan keputusan Kejaksaan yang dengan cueknya menghentikan kasus BLBI. Terlebih lagi KPK ternyata telah bergerak sedemikian lincah sebagai pejuang tunggal dalam memerangi kasus yang ditanganinya. Kenapa pejuang tunggal, Pengungkapan atas kasus asisten neng Ayin yang notabene berasal dari TNI kemungkinan sudah diketahui oleh pihak KPK sebelumnya, itulah sebabnya saat gue melakukan penerawangan mencari hubungan kerjasama KPK dengan pihak TNI ternyata kagak nemu bro. Ini menimbulkan praduga ngawur bahwa sebenarnya KPK memang sudah mengetahui jatidiri asisten neng Ayin.
Kedua
Penangkapan Ayin, membuat Kejaksaan grogi dan justru membuka peluang terkuaknya percakapan Untung dan Ayin yang berusaha menarik Kasusnya ke lingkungan Intern kejaksaan. Kejadian ini sangat jelas bisa ditelaah dalam hukum sebab akibat dan secara sederhana menghasilkan formula pengamanan terhadap kasus suap menyuap BLBI. Jika kemudian timbul sanggahan pihak kejaksaan mengenai point keadilan, itu sangat tidak relevan. Pernyataan ini jika dicerna secara jernih justru membuka kedok atas ketidak mampuan institusi kejaksaan dalam mengantisipasi dampak kejadian dan keadaan secara cepat dan akurat.
Ketiga
Merasa tercoreng namanya, pihak kejaksaan selanjutnya melakukan tindakan moral dan rasa tanggungjawab dengan membentuk tim pemeriksaan kasus penyuapan tersebut. Tindakan ini juga sekaligus deklarasi publik bahwa institusi kejaksaan memiliki niat dan tekad membersihkan instansinya dari perbuatan-perbuatan kotor dan tercela. Hal ini dibuktikan dengan serta merta berburu berbagai data kepada KPK selengkap-lengkapnya supaya bisa menentukan secara tepat, langkah apa yang seharusnya diambil.
Dari ketiga sinopsis diatas memberikan gambaran atas berbagai upaya pemulihan kepercayaan masyarakat dan tindakan pemberantasan KKN di intitusi kejaksaan. Namun, jika di terawang secara jernih.. terdapat kejanggalan yang cukup nyata yang menyimpan sejuta skenario di balik upaya pemeriksaan kasus oleh pihak kejaksaan.
- Kenapa kasus kejaksaan ditangani sendiri oleh kejaksaan? bahkan kasus tersebut terjadi di level yang sama. jika kasus terjadi di daerah, kemungkinan diperiksa oleh instansi pusat, masih wajar. Tetapi ini kasus di tingkat pusat, kenapa juga diperiksa -secara sederhana- oleh yang bersangkutan.
- Tindakan ragu-ragu juga telah dilakukan oleh KPK. Kenapa membiarkan kasus pemeriksaan ditangani oleh Kejaksaan? bukankan KPK merupakan founder kasus ini? apakah langkah ini akibat dari adanya penyebutan ketua KPK dalam rekaman telepon mengakibatkan KPK merasa tidak relevan melakukan tindakan pemeriksaan kasus, sehingga kemudian membiarkan saja data-data yang selama ini dikumpulkan untuk diserahkan ke kejaksaan?
Dengan pandangan netral, seharusnya data dan bukti tidak sewajarnya dimiliki oleh pihak yang diduga terlibat, entah itu Kejaksaan ataupun KPK (-atas tersebutnya nama pimpinan KPK-). Jika berpikiran jernih, KPK seharusnya merumuskan suatu rekomendasi kepada presiden untuk membentuk tim khusus yang betul-betul independen diluar institusi yang terduga terlibat, bukannya malah dengan gampangnya memberikan data dan bukti secara pongah begitu.Entah apa yang membuat KPK bisa berbuat tindakan seperti itu.
Beberapa kejadian di atas, menimbulkan suatu misteri yang seolah olah tengah terjadi penggabungan dari berbagai skenario yang sebelumnya terjadi. Apakah sebenarnya Skenario utama yang akan segera dimainkan di negeri ini… Siapakah juga sebenarnya Produser dan Sutradara yang sesungguhnya..?
Mudah mudahan, segera muncul golongan independen yang betul betul bersih dan menguasai sistem tata negara dan proses peradilan di negeri ini sehingga bisa menjamin lakon drama ini betul betul akan menghasilkan suatu skenario yang jujur adil dan bersih.
Demikian bro hasil penerawangan gue. Tulisan ini hanya sekedar pandangan dari orang yang masih dangkal ilmunya, dan pasti banyak kesalahan di sana sini. Silahkan diambil intisarinya, dan jika nanti terdapat kekeliruan, silahkan dikritik supaya segera dilakukan perbaikan.